Masyarakat Banten Patuhi Surat Edaran Idul Adha, Kemenag Apresiasi dan Ucapkan Terima Kasih

- 21 Juli 2021, 14:34 WIB
Kepala Kanwil Kemenag Banten, Nanang Fatchurochman saat memberikan arahan secara virtual penegasan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 17 tahun 2021tentang PPKM Darurat, terutama dalam pelaksanaan Takbiran dan Sholat 'Ied di rumah.
Kepala Kanwil Kemenag Banten, Nanang Fatchurochman saat memberikan arahan secara virtual penegasan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 17 tahun 2021tentang PPKM Darurat, terutama dalam pelaksanaan Takbiran dan Sholat 'Ied di rumah. /banten.kemenag.go.id

SINARJATENG.COM - Kepatuhan seluruh masyarakat terhadap surat edaran Nomer SE 17 tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di tempat Ibadah, Malam Takbiran, Salat Idul Adha mendapat apresiasi dan ucapan terima kasih dari Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten Nanang Fatchurachman.

"Alhamdulillah masyarakat Banten sampai saat ini, menjelang malam takbiran Iduladha, masih menyadari betul tujuan SE nomor 17 yang kita lakukan. Ini kita lakukan untuk keselamatan bangsa secara umum dari penyebaran Covid-19, apalagi munculnya varian-varian baru, dan sudah merambah klaster keluarga," ujar Nanang, di Banten, Senin, 19 Juli 2021.

Nanang mengatakan, poin penting dalam SE ini adalah pelaksanaan solat Idul Adha di zona merah dan orange ditiadakan.

Baca Juga: 9.381 orang sudah Divaksin, Kabid Humas Polda Jateng Sebut Sediakan 45 Titik Gerai Vaksinasi

Sedangkan di luar zona itu dinyatakan aman oleh satgas Covid-19 sehingga bisa dilaksanakan kegiatan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Nanang menyampaikan bahwa untuk menghindari kerumunan pada saat penyembelihan hewan kurban, pemerintah mengimbau masyarakat bisa melaksanakan kurban secara bertahap selama tiga hari yakni pada tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijjah dan daging kurban diantarkan langsung ke penerima. Dengan tujuan untuk melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19.

Dengan melakukan ibadah dirumah masing-masing, seperti takbiran, sejatinya sama sekali tidak akan mengurangi makna ataupun esensinya.

Baca Juga: Kementerian PUPR Siapkan RS Darurat COVID-19 di Tujuh Kawasan Perkotaan, Ini Lokasinya

"Mari kita gemakan takbir Idul Adha beramai-ramai tanpa melakukan kerumunan. Insyaallah, suara-suara sautan takbir kita dengan mengagungkan asma Allah dapat menggetarkan dan membuka pintu langit. Semoga Bangsa ini terbebas dari Pandemi," harap Nanang.***

Editor: Miftah Rizzi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah