Gencatan Senjata Di Gaza Dimulai Ketika 13 Sandera Israel Dibebaskan

- 25 November 2023, 09:44 WIB
Gencatan Senjata Di Gaza Dimulai Ketika 13 Sandera Israel Dibebaskan
Gencatan Senjata Di Gaza Dimulai Ketika 13 Sandera Israel Dibebaskan /

SINARJATENG.COM - Gencatan senjata yang disepakati antara Israel dan kelompok Islam Hamas mulai berlaku pada Jumat pagi.

Jeda pertama dalam pertempuran dalam hampir tujuh minggu perang dimulai pada pukul 07.00 pagi dan dijadwalkan berlangsung setidaknya selama empat hari. Perpanjangan hingga 10 hari dimungkinkan, kata mediator Qatar.

Pada pukul 16.00 waktu setempat, 13 sandera pertama yang ditahan di Jalur Gaza akan dibebaskan sebagai bagian dari perjanjian antara Israel dan Hamas yang berkuasa di Gaza. Mereka adalah perempuan dan anak-anak.

Baca Juga: Shakira Merencanakan Film Dokumenter Tentang Perpisahannya Dengan Pique

Sebagai imbalannya, tiga tahanan Palestina akan dibebaskan dari penjara Israel untuk setiap sandera. Hal ini juga melibatkan perempuan dan anak di bawah umur.

Pertempuran berlanjut hingga akhir. Ada peringatan roket di wilayah perbatasan Israel sesaat sebelum gencatan senjata dimulai. Tentara Israel sebelumnya telah meningkatkan serangannya di Jalur Gaza dan akan tetap menempatkan tentaranya di Jalur Gaza selama gencatan senjata.

Berakhirnya pertempuran juga berarti lebih banyak pengiriman bantuan bagi penduduk sipil di Jalur Gaza. Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) ingin menggunakan gencatan senjata untuk mendistribusikan bantuan yang sangat dibutuhkan.

Selama gencatan senjata, semua pihak akan menghentikan aktivitas militer mereka, kata juru bicara Brigade al-Qassam, sayap militer gerakan Hamas.

Menteri Pertahanan Yoav Gallant mengatakan Israel akan melanjutkan pertempuran intensifnya di Jalur Gaza setidaknya selama dua bulan setelah gencatan senjata “pendek” berakhir.

Setelah pertempuran sengit ini berakhir, akan ada kebutuhan untuk melanjutkan berbagai operasi di Gaza sampai tidak ada lagi ancaman militer dari sana, kata menteri tersebut.

Baca Juga: Robert Lewandowski Frustrasi Karena Tim LALIGA Mempersulit Mencetak Gol Dengan Taktik Ultra-Defensif

“Perang belum berakhir,” tulis juru bicara militer Israel dalam bahasa Arab di X, sebelumnya Twitter, sesaat sebelum gencatan senjata dimulai.

Jalur Gaza bagian utara masih menjadi “zona perang berbahaya” dan dilarang untuk bergerak bolak-balik ke sana.

Namun, kata dia, warga sipil masih bisa berpindah dari utara ke selatan wilayah tersebut, sementara pergerakan ke arah lain dilarang.***

Editor: Yusuf Afandi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah