Kemenag Bakal Gelar Sidang Isbat Penetapan 1 Syawal 1445 Hijriah, Catat Tanggalnya!

- 2 April 2024, 18:56 WIB
Pengamatan hilal awal Ramadhan 1445 H yang digelar Fakultas Syariah dan Ruhul Islam Universitas Islam Bandung (Unisba) di Observatorium Albiruni Fakultas Syariah Unisba, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Minggu (11/3/2024). Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadhan 1445 Hijriah jatuh pada Selasa (12/3/2024).*
Pengamatan hilal awal Ramadhan 1445 H yang digelar Fakultas Syariah dan Ruhul Islam Universitas Islam Bandung (Unisba) di Observatorium Albiruni Fakultas Syariah Unisba, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Minggu (11/3/2024). Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadhan 1445 Hijriah jatuh pada Selasa (12/3/2024).* /Kontributor Pikiran Rakyat/Kholid/

 

SINARJATENG.COM - Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Sidang Isbat (Penetapan) 1 Syawal 1445 H pada Selasa 9 April 2024.

Sidang isbat akan digelar di Auditorium HM. Rasjidi, Kantor Kemenag RI, Jalan MH. Thamrin, Jakarta.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat Islam, Kamaruddin Amin menerangkan, sidang isbat dilaksanakan secara tertutup, dan dihadiri Komisi VIII DPR RI, pimpinan MUI, duta besar negara sahabat, perwakilan ormas Islam, serta Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.

Baca Juga: Lomba Karya Jurnalistik Perayaan Imlek 2575 Kongzili Tingkat Jateng Diumumkan, Ini Daftar Pemenangnya

"Sebagaimana biasa, sidang isbat awal Syawal selalu dilaksanakan pada 29 Ramadan. Tahun ini, bertepatan dengan 9 April 2024," ungkap Dirjen di Jakarta, Selasa (2/4/2024).

Sidang isbat akan diawali dengan Seminar Pemaparan Posisi Hilal oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama. Berdasarkan data hisab, ijtimak terjadi pada Selasa, 29 Ramadan 1445 H / 9 April 2024 M, sekitar pukul 01.20 WIB.

Saat matahari terbenam, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia berada di atas ufuk antara 4° 52.71' (empat derajat lima puluh dua koma tujuh puluh satu menit) sampai dengan 7° 37.84' (tujuh derajat tiga puluh tujuh koma delapan puluh empat menit) dan sudut elongasi 8° 23.68' (delapan derajat dua puluh tiga koma enam puluh delapan menit) hingga 10° 12.94' (sepuluh derajat dua belas koma sembilan puluh empat menit).

“Berdasarkan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), posisi hilal dimaksud telah memenuhi kriteria visibilitas hilal (Imkanur Rukyat) yaitu tinggi hilal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat,” imbuhnya.

Halaman:

Editor: Intan Hidayat


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah