Rupiah Menguat di Tengah Melemahnya Data Ekonomi AS

- 31 Mei 2024, 10:39 WIB
Pada awal perdagangan, rupiah naik 15 poin atau 0,09 persen menjadi Rp16.250 per dolar AS, dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp16.265 per dolar AS.
Pada awal perdagangan, rupiah naik 15 poin atau 0,09 persen menjadi Rp16.250 per dolar AS, dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp16.265 per dolar AS. /

SINARJATENG - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat pagi mengalami penguatan di tengah rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang melemah.

Pada awal perdagangan, rupiah naik 15 poin atau 0,09 persen menjadi Rp16.250 per dolar AS, dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp16.265 per dolar AS.

"Data ekonomi AS seperti PDB kuartal I dan komponennya, klaim tunjangan pengangguran, serta penjualan rumah tertunda yang dirilis semalam menunjukkan hasil lebih buruk dari ekspektasi pasar," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Kelemahan dalam data-data tersebut meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga acuan oleh bank sentral AS. Hal ini menyebabkan penguatan dolar AS sebelumnya tertahan dan mengalami koreksi. Pada pagi ini, indeks dolar AS kembali bergerak di kisaran 104, tepatnya di sekitar 104,70-an.

Namun, Ariston juga mencatat bahwa pelaku pasar masih menunggu data inflasi terbaru AS dari Indeks Harga Personal Consumption Expenditure (PCE) Inti bulan April yang akan dirilis malam ini. Hal ini berarti pelemahan dolar AS mungkin tidak akan terlalu signifikan.

Sementara itu, ketegangan yang memanas di Timur Tengah juga turut menjaga kekuatan dolar AS terhadap mata uang lainnya.

Ariston memperkirakan rupiah masih berpotensi berkonsolidasi pada hari ini di kisaran Rp16.200 hingga Rp16.280 per dolar AS.

Editor: Eko Wahyu


Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah